Senin, 19 Maret 2018

Makalah SPI II "DINASTI MUWAHHIDUN MELIPUTI PROSES DAN PERKEMBANGAN, KEMAJUAN YANG DICAPAI, DAN PROSES KEMUNDURAN DINASTI MUWAHHIDUN"

DINASTI MUWAHHIDUN MELIPUTI PROSES DAN PERKEMBANGAN, KEMAJUAN YANG DICAPAI, DAN PROSES KEMUNDURAN DINASTI MUWAHHIDUN

Disusun Oleh :
Kelompok      : 10 (Sepuluh)
Nama              :
1.    Sulyadi                                         (16 0201 0142)
2.    Varsella Aprillian Amrul           (16 0201 0145)
3.    Nurhasanah                                (16 0201 0148)
Kelas               : PAI-D
Semester         : III (Tiga)
Dosen              : Makmur, S.Pd.I, M.Pd.I

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PALOPO

TAHUN AJARAN 2017/2018


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT atas berkah dan rahmat-Nyalah sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan Makalah Sejarah Peradaban Islam II  yang berjudul Dinasti Muwahhidun Meliputi Proses Dan Perkembangan, Kemajuan Yang Dicapai, Dan Proses Kemunduran Dinasti Muwahhidun.
Terselesaikannya Makalah ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari beberapa pihak, sehingga pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Guru Sejarah Peradaban Islam kami Ustad Makmur., S.Pd.I, M.Pd.I. Karena atas kesempatan yang telah diberikan kepada kami dalam pembuatan dan penyelesaian makalah ini.
2.      Kedua Orang Tua kami, yang senantiasa mendukung, menuntun kami dalam hidup ini dengan doa yang tulus.
3.      Teman-teman mahasiswa/mahasiswi yang selalu memberi semangat dan motifasi untuk kami dalam penyelesaian Makalah ini.
Penulisan Makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, informasi yang kurang banyak, sistematika yang masih kurang baik, masih kurangnya pengetahuan kami tentang Materi. Namun dari itu semua Materi dalam Makalah ini telah mencamtumkan inti dari pola permasalahan yang dibahas sehingga mahasiswa/mahasiswi bisa dengan mudah memahami Materi.
 Pada kesempatan ini kami juga mengharapkan kritik serta saran dari teman-teman mahasiswa/mahasiswi dan para pembaca untuk penulisan Makalah yang lebih baik lagi kedepannya.
Semoga dengan adanya Makalah ini teman-teman mahasiswa/mahasiswi  serta pembaca bisa menambah pengetahuan dan semoga kedepannya kita bisa menyelesaikan penulisan karya-karya tulis lain dengan lebih baik lagi.


Palopo, 19 September 2017

           
Penyusun Kelompok 10      










DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah............................................................................ 1
B.     Rumusan Masalah..................................................................................... 3
C.     Tujuan Penulisan....................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A.    Proses Dan Perkembangan Dinasti Muwahhidun..................................... 4
B.     Kemajuan Yang Dicapai Dinasti Muwahhidun........................................ 8
C.     Proses Kemunduran Dinasti Muwahhidun............................................... 10
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan Penulisan............................................................................... 14
B.     Saran-Saran............................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 16



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Umat Islam sekitar abad ke-12 secara mentalitas boleh dikatakan semangatnya sudah pudar, apalagi untuk mengembangkan intelektualitasnya. Kekalahan yang diderita ketika pasukan salib berhasil menguasai beberapa daerah kekuasaan Islam di Timur Tengah, sehingga secara perlahan tradisi keilmuan mulai hilang di dunia Islam yang membawa kepada sebagian umat Islam menyibukkan diri dengan beribadah kepada Tuhan untuk mendapatkan posisi yang baik di sisi Allah. Akibatnya muncullah kelompok-kelompok kecil yang lebih memfokuskan pikiran untuk memberantas kelompok-kelompok yang telah salah paham dalam memahami Islam.
Sejak pertama kalai menginjakkan kaki di tanah Andalusia (Spanyol), masa penaklukan Islam oleh Thariq bin Ziad hingga jatuhnya kerajaan Islam terakhir disana, Islam memainkan peranan sangat besar. Pada priode ini, daulah Umayyah Spanyol mencapai puncaknya menyaingi Daulah Abbasiyah di Bagdad. Apalagi ketika telah didirikannya Unversitas Cordova, perpustakaannya memiliki koleksi ratusan ribu buku, pembangunan kota berlangsung cepat dan rakyat dapat menikmati kemakmuran dan kesejehteraan. Maka banyaklah para pencari ilmu pengetahuan memperdalam ilmu mereka di Andalusia terutama bangsa-bangsa Eropa.
Masa tersebut dikenal sebagai masa Daulah Umayyah II. Masa tersebut berlangsung lebih kurang tujuh setengah abad lamanya. Dalam kurun waktu 750 tahun tersebut. pada masa Islam di Andalusia ini, tentulah banyak hal yang bisa disumbangkan Islam dalam wilayah tersebut, sehingga kalau saat ini kita berada di Spanyol kita akan melihat masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah Islam yang terdapat disana.
Sehingga ketika umat Islam di Spanyol memasuki masa disintegrasi masih terdapat terdapat kekutan besar yang dominan, yaitu dinasti Murabithun dan dinasti Muwahhidun. Meskipun dua dinasti ini pada mulanya merupakan gerakan keagamaan akhirnya menjadi suatu gerakan yang berbentuk pasukan dan berhasil menguasai beberapa daerah Andalusia yang telah dikuasai Kristen.
Dinasti Muwahhidun yang bermula dari gerakan keagamaan dan berubah menjadi gerakan politik. Gerakan keagamaan tersebut dipelopori oleh Ibn Tumart yangberaliran Asy’ariah. Para sejarawan menyebutnya sebagai Dinasti Muwahhidun (orang yang mengesakan Tuhan) ketika kekuasaan politik telah dikuasainya. Berkat usaha dan perhitungan yang matang maka tercapailah sebuah kekuasaan politik oleh gerakan tersebut meliputi Afrika bagian utara dan Spanyol (Andalusia) di barat yang pada masa sebelumnya di bawah kekuasaan Murabitun. Namun karena kondisi yang kurang mendukung, sekitar abad ke-13M dunia Barat bangkit dengan kekuatan baru membuat Muwahhidun lenyap dari Andalusia kecuali Islam di Granada yang pada saat itu di kuasai oleh Bani Nasr dari kerajaan Arab Madinah.


B.       Rumusan Masalah
Di setiap penulisan Makalah tentu memiliki rumusan masalah. Adapun rumusan masalah dalam penulisan pada Makalah  ini adalah :
1.      Bagaimana proses dan perkembangan Dinasti Muwahhidun?
2.      Bagaimana kemajuan yang dicapai Dinasti Muwahhidun?
3.      Bagaimana proses kemunduran Dinasti Muwahhidun?

C.       Tujuan Penulisan
Disetiap penulisan Sebuah Makalah tentu memiliki tujuan penulisan, dan pada Makalah tujuan penulisan yaitu :
1.      Sebagai Syarat dalam menyelesaikan tugas mata kuliah Sejarah Peradaban Islam.
2.      Memberikan Informasi kepada teman-teman dan para pembaca tentang beberapa hal yang terkait dengan Masa Dinasti Muwahhidun.








BAB II
PEMBAHASAN

A.      Proses dan Perkembangan Dinasti Muwahhidun
Kekuasaan Dinasti Muwahhidun tumbuh dan berkembang di Afrika Utara dan Spanyol. Kelahiran Muwahhidun ini bertujuan untuk memurnikan ajaran Islam yang telah dikotori orang-orang Murabhitun pada fase akhir kekuasaannya. Dinasti ini mampu meraih kejayaan karena pemimpin yang kuat serta cinta ilmu pengetahuan. Kehadiran dinasti Muwahhidun ini telah membuka mata orang barat tentang pencapaian peradaban ummat manusia.
Dinasti Muwahhidun adalah sebuah dinasti yang pernah berkuasa di Afrika Utara bagian barat. Dinasti yang didirikan oleh Muhammad ibn Tumart ini pernah eksis sekitar satu abad setengah, yaitu 1121-1269 M. Ibn Tumart sendiri berasal dari salah satu suku Barbar, dari kabilah Masmudah, yang hidup di pedalaman Afrika Utara. Dalam perkembangan dan perjalanan selanjutnya kepemimpinan (khalifah) Muwahhidun bukan dipegang oleh suku Barbar dari kalangan Arab, yaitu keturunan Abdul Mu’min bin Ali.[1]
Terbentuknya Dinasti Muwahhidun (1090-1147) beranjak dari kondisi Afrika Utara pada waktu kekuasaan Dinasti Murabithun mulai melemah. Wafatnya Yusuf bin Tasyufin pada tahun 1106 M, berakibat buruk bagi Murabithun, karena pemimpin-pemimpin setelah dia adalah orang-orang yang lemah. Kondisi semakin kacau ketika pimpinan fuqaha’ dipegang oleh seorang sufi yang ekstrim dan mulai menyimpang dari ajaran al-Qur’an dan Sunnah (paham tajassum/mengatakan bahwa Tuhan mempunyai bentuk seperti tubuh manusia). Kehidupan masyarakat sudah materialistis, di samping terjadinya stagnasi dalam pemikiran para pengikut Imam Malik, yang menyatakan tidak perlu lagi mempelajari Tafsir al-Qur’an dan hadits karena semua itu telah dilakukan oleh Imam Malik.
Dalam kondisi demikian muncul Ibn Tumart (1078-1130) dari kabilah masmudah pasca belajar dari beberapa daerah pusat penyebaran Islam (Cordova, Alexandria, Makkah dan Bagdad) dan juga belajar kepada al-Ghazali yang beraliran asy’ariah. Sekitar tahun 1100 M dia kembali ke Maroko dan menyebarkan ajarannya yang mendapat sambutan baik dari masyarakat. Inti ajarannya adalah tauhidullah, mengesakan Tuhan dan praktek-praktek keagamaan yang bertentangan dengan ajaran Islam dia kritik secara tajam. Di samping memperkenalkan ajaran itu Ibn Tumart juga mendakwakan dirinya sebagai al-Mahdi yang akan membangkitkan kebenaran dan keadilan.[2]
Gerakan yang dibangun berdasarkan kebenaran dan kemurnian ajaran Islam tersebut berhasil merangkul banyak pengikut dari masyarakat, walaupun terkadang dakwahnya tidak selalu mulus. Pada tahun 1117 M Ibn Tumart dan pengikutnya terusir dari tempat tersebut, sehingga dia pergi ke Marakesy. Namun, karena ditempat tersebut kehadirannya tidak begitu mendapat sambutan, akhirnya dia pergi ke Tilimsan (Tinmal/Tanmaal). Dari tempat inilah dia menyusun kekuatan yang berwujud menjadi sebuah dinasti di temani oleh Abdul Mu’min yang ia dapatkan di Marakesy.
Untuk menyebarkan dakwahnya ia mengirim da’i keberbagai daerah untuk mengajak kepada kebenaran (amar ma’ruf) dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk (nahi mungkar). Kepada pengikutnya dia menyerukan supaya mendirikan shalat tepat waktu, berakhlak terpuji, taat pada undang-undang, membuat wirid yang dibuat oleh imam Mahdi dan mendalami kitab-kitab aqidah al-Muwahhidun. [3]
Pada tahun 1130, Ibn Tumart digantikan oleh sahabat sekaligus jenderalnya, ’Abd al-Mu’min ibn ’Ali, anak seorang pembuat tembikar dari suku Zanatah, yang dalam perkembangannya menghancurkan pasukan Dinasti Murabbitun dekat Talimcen, yang diduduki beserta Fez, Ceuta, Tangier, dan Agmat; setelah mengepung Maroko selama 11 bulan (1146-1147. Setelah menguasai Maroko dan Spanyol, ’Abd al-Mu’min melanjutkan penaklukan ke Aljazair pada tahun 1152, ke Tunisia tahun 1158, dan Tripoli pada tahun 1160, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah muslim, seluruh pesisir dari Atlantik hingga perbatasan Mesir dihimpun dengan Spanyol sebagai suatu imperium independen.
Pasca kematian ’Abd al-Mu’min (w. 1163), ia digantikan oleh seorang putra budak kristen, Abu Yusuf Ya’qub al-Manshur (1184-1199), pemimpin yang paling tenar pada masa kekuasaan dinasti Muwahhidun.
Dan pada perkembangan hingga masa kekuasaannya, pemimpin yang pernah berkuasa pada masa kekuasaan dinasti Muwahhidun berjumlah 14 orang yang tidak dibahas satu persatu dalam tulisan ini, di antaranya:
Tahun
Tokoh
524/1130
Muhammad Ibn Tumart, w.
524/1130
‘Abdul Mu’min
558/1163
Abu-Ya’kub Yusuf I
580/1184
Abu-Yusuf Ya’qub Al-Manshur
595/1199
Muhammad An-Nashir
611/1214
Abu-Ya’qub Yusuf II Al-Mustanshir
620/1224
‘Abdul Wahid I Al-Makhlu’
621/1224
Abu-Muhammad ‘Abdullah Al-‘Adil
624/1227
Yahya Al-Mu’tashim
626/1229
Abdul ‘Ala Idris Al-Ma’mun
630/1232
Abu-Muhammad ‘Abdul Wahid H Ar-Rasyid
640/1242
Abul Hasan ‘Ali as-Sa’id Al-Mu’tadhid
646/1248
Abu Hafs ‘Umar Al-Murtadha
665-667/1266-1269
Abul ‘Ula Al-Watsiq[4]

B.       Kemajuan Yang Dicapai Dinasti Muwahhidun
Pada zaman Muwahhidun Andalus mencapai puncaknya, terutama pada zaman Al-mu’min, perkembangan peradaban islam, terutama perkembangan ilmu. Meski kemajuan itu pada dasarnya merupakan kelanjutan dari peradaban masa sebelumnya, tetapi mereka memiliki sisi-sisi peradaban yang menarik dan menonjol. Sisi-sisi keindahan dan kedalaman apresiasi mereka terhadap makna kehidupan tercermin dalam karya sastra mereka. Berikut perkembangan pada zaman al-Muwahhidun:
a.    Bidang Ilmu Pengetahuan
Dalam bidang sastra dan bahasa, al-Muwahhidun banyak melanjutkan kemajuan yang telah dicapai al-Murabithun, tokoh-tokohnya di antaranya yaitu:[5]
1)      Ibn al-Khafajar (w.1139 M)
2)      Abu Bakr Muhammad ibn Zuhr (w.1110 M)
3)      Ibn Quzman atau Abengusman (w.1160 M).
Pada masa ini muncul pula tokoh-tokoh lexicographer seperti :
1)      Ibn Sida’ (w.1066 M)
2)      Abu Bakr al-Turtusi yang dikenal dengan Ibn Abi Randaq (w.1130 M), dengan karyanya Siraj Al-Mulk.
Di samping itu juga terdapat beberapa tokoh-tokoh yang terkenal yang hidup pada masa kekuasaan Dinasti Muwahhidun antara lain:
1)      Ibn Bajjah (533 H/1139 M), seorang filosof dengan karyanya The Rule of Solitary. Ia juga berada di bidang musik yang disebut Avenpace atau Abenpace.[6]
2)      Ibn Thufayl, (581 H/ 1185-1186 M), seorang filosof dengan karyanya Hayy bin Yaqzhan. Ia juga seorang dokter, ahli geografi dan penyair Andalusia atau yang dikenal dengan nama Al-andalusi, Al-Kurtubi, Al-Isibily.
3)      Ibn Rusyd (1126-1198 M), ia adalah seorang filosof , dokter, ahli matematika, fikih, ahli hukum, juga seorang poplemik atau dikenal dengan sebutan Averrous.[7] Dan berikut karya-karyanya :
ü  Bidang filsafat, karyanya Tahafut al-Tahafut.
ü  Bidang kedokteran, karyanya Kulliyat fi at-Thib (aturan umum kedokteran).
ü  Bidang fiqih, karyanya Bidayah al-Mujtahid.
4)      Ibn Zuhr atau Avenzoar (w.1198 M), ia adalah seorang tabib dan ahli bedah terkenal yang hidup sezaman dengan Ibn Rusyd.[8]
5)      Ibn Jubair, seorang pengembara dari Andalusia, buku pengembaraannya dianggap sebagai puncak karya seni satra pengembaraan bangsa Arab yang tiada tandingnya. Dia bekerja sebagai penulis bagi penguasa Granada dari dinasti al- Muwahhidun, ia lebih dikenal sebagai penulis dan penyair. Akan tetapi pengembaraannyalah yang membawanya kepada kedudukan yang sangat terhormat dalam ilmu geografi.
6)      Ibn al-Arabi atau Ibn Suraka, ia berada di bidang tasawuf yang mengajarkan Wihdat al-Wujud.
7)      Abu Madyan, pendiri tarekat Syadzaliyah di Spanyol.
b.      Bidang Arsitektur
Dalam bidang arsitektur pada zaman dinasti al-Muwahhidun juga cukup maju dengan didirikannya berbagai bangunan dan berikut sumbangan peradabannya:
ü Menara Giralda di Sevilla.
ü Ribatul Fath yang meniru gaya Alexandria.
ü Dan juga mendirikan rumah sakit yang besar di Marakesy.
c.       Bidang Ekonomi
Dalam bidang ekonomi Dinasti Muwahhidun mengadakan hubungan dagang yang luas terutama dengan pulau-pulau di seputar Italia, seperti Genoa, Pisa, Marseille, Vanice, dan Silsilia.[9]
C.      Kemunduran Dinasti Muwahhidun
Kemegahan Dinasti al-Muwahhidun setelah wafatnya Abu Ya’qub Yusuf I, tidak dapat bertahan lama. Sumber sejarah menyebutkan bahwa pasca pemerintahan Abu Ya’qub Yusuf I, yakni ketika Abu Yusuf al-Mansur tampil menggantikannya, akhir pemerintahannya telah menunjukkan tanda-tanda kemunduran bagi dinasti ini.[10] Kemajuan yang telah dicapai oleh pemimpin terdahulu, tidak mampu dipertahankan lagi oleh pemimpin sesudahnya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kemunduran bagi Dinasti al-Muwahhidun, antara lain:
1)      Faktor Internal
Salah satu indikasi faktor internal yang menyebabkan terjadinya kemunduran dinasti ini adalah tampilnya pemimpin yang tidak mampu menangkap peluang dan mengakomodasi berbagai trend pengembangan, yakni ketika Muhammad al-Nashr (1184 M) tampil menggantikan pemimpin sebelumnya, dengan usianya yang relatif muda, kurang lebih 17 tahun usianya ketika itu. Ia belum memiliki kapabilitas serta kematangan emosional yang memadai. Padahal untuk menjadi pemimpin sebuah wilayah yang luas, sangat dibutuhkan managerial skill serta pengetahuan dan pengalaman yang cukup, agar memiliki kredibilitas di dalam mengendalikan roda pemerintahan.
Akibat dari berbagai kelemahan yang dimiliki al-Nashr tersebut, maka di dalam mengendalikan pemerintahannya lebih banyak dipegang oleh menteri-menterinya yang saling merebut mengambil simpati khalifah yang masih muda, sehingga situasi ini dimanfaatkan oleh lawan-lawan al-Muwahhidun, termasuk sisa-sisa al-Murabithun yang belum dapat dilumpuhkan, kembali melakukan perlawanan. Termasuk munculnya pemberontakan dari Bani Ghaniyyah yang pernah ditaklukkan oleh penguasa sebelumnya, yaitu Abu Ya’qub. Mereka kembali melakukan perlawanan dengan motifnya menjatuhkan kekuasaan al-Muwahhidun.
Di samping itu, kurangnya kontrol dan perhatian pemerintah pusat terhadap daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, menyebabkan adanya keinginan mereka untuk memisahkan diri. Hal ini menunjukkan bahwa adanya wilayah yang luas yang tidak bisa dimenej dengan baik, justeru sangat berpotensi terhadap terjadinya instabilitas dalam negeri, karena adanya ancaman desintegrasi. Ancaman desintegrasi ini, seperti munculnya Yaghamrasan ibn Zayyan di Tlemen pada tahun 1236 M yang dapat mendirikan kerajaan, Abd al-Wadiyyah yang merdeka di Maghrib.[11]
Pada tahun berikutnya Abu Zakariyya sebagai gubernur al-Muwahhidun di Ifriqiyyah menyatakan kemerdekaan dari Tunis dan mendirikan Dinasti Hifsiyyah. Keadaan ini semakin memperparah kondisi Dinasti al-Muwahhidundan akhirnya membawa kepada kejatuhan dinasti ini, yakni pada tahun 1269 M, saat ibu kota Maroko jatuh ke tangan Dinasti Marawiyyah. Dengan berdirinya Dinasti Marawiyyah, maka berakhirlah Dinasti al-Muwahhidun yang pernah jaya dan sempat bertahan selama satu abad lebih.
2)      Faktor Eksternal
Bersamaan dengan kemunduran Dinasti al-Muwahhidun, sebagai akumulasi dari berbagai persoalan sosial politik dalam negeri, pasukan Salib yang telah dikalahkan oleh Salahuddin di Palestina kembali ke Eropa dan mulai menggalang kekuatan baru di bawah pimpinan Alfonso IX. Kekuatan Kristen ini mengulangi serangannya ke Andalusia dan berhasil mengalahkan kaum muslimin. Karena penguasa al-Muwahhidun merasa terdesak, akhirnya meninggalkan Spanyol dan kembali ke Afrika Utara (Maroko). Sedangkan Cordova jatuh ke tangan penguasa Kristen pada tahun 1238 M, menyusul Seville jatuh pada tahun 1248 M. Serangan-serangan yang dilakukan pasukan Kristen ini telah menjadikan seluruh Spanyol lepas dari kekuasaan Islam, kecuali Granada.[12]











BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Dinasti Muwahhidun tumbuh dan berkembang di Afrika Utara dan Spanyol. Kelahiran Muwahhidun ini bertujuan untuk memurnikan ajaran Islam yang telah dikotori orang-orang Murabhitun pada fase akhir kekuasaannya. Dinasti ini mampu meraih kejayaan karena pemimpin yang kuat serta cinta ilmu pengetahuan. Kehadiran dinasti Muwahhidun ini telah membuka mata orang barat tentang pencapaian peradaban ummat manusia.
2.      Pada zaman Muwahhidun Andalus mencapai puncaknya, terutama pada zaman Al-mu’min, perkembangan peradaban islam, terutama perkembangan ilmu. Meski kemajuan itu pada dasarnya merupakan kelanjutan dari peradaban masa sebelumnya, tetapi mereka memiliki sisi-sisi peradaban yang menarik dan menonjol. Sisi-sisi keindahan dan kedalaman apresiasi mereka terhadap makna kehidupan tercermin dalam karya sastra mereka. Berikut perkembangan pada zaman al-Muwahhidun:
1.      Bidang Ilmu Pengetahuan
2.      Bidang Arsitektur
3.      Bidang Ekonomi
3.      Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kemunduran bagi Dinasti al-Muwahhidun, antara lain:
ü  Faktor Internal, Salah satu indikasi faktor internal yang menyebabkan terjadinya kemunduran dinasti ini adalah tampilnya pemimpin yang tidak mampu menangkap peluang dan mengakomodasi berbagai trend pengembangan.
ü  Faktor Eksternal, Bersamaan dengan kemunduran Dinasti al-Muwahhidun, sebagai akumulasi dari berbagai persoalan sosial politik dalam negeri,

B.     Saran – Saran
1.      Diharapkan kepada teman-teman sejawat untuk biasa memahami secara mendalam lagi tentang materi yang disampaikan dan diharapkan untuk mempertanyakan hal-hal yang belum dimengerti agar kedepannya tidak salah lagi.
2.      Diharapkan kepada teman-teman Mahasiswa/Mahasiswi untuk memperhatikan secara khusus tiga pokok materi yang kami bahas yaitu proses dan perkembangan dinasti muwahhidun, kemajuan yang dicapai dinasti muwahhidun, dan kemunduran dinasti muwahhidun. Karena, ketiga materi ini adalah bidang yang menjadi salah satu penunjang akan sejarah peradaban islam.
3.      Diharapkan kepada teman-teman Mahasiswa/Mahasiswi untuk memperhatikan serta merenungkan akan pentingnya sejarah-sejarah Islam diseluruh dunia dalam perkembangan peradaban islam yang membawa kita semua ke peradaban islam modern seperti saat ini.
DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman Dudung. 2004. Sejarah Peradaban Islam Cet. I. Yogyakarta: LESFI.
Amin, Husayin Ahmad. 1997. Seratus Tokoh dan Sejarah Islam Cet. I. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Bosworth C.E. 1993. Dinasti-Dinasti Islam. Bandung: MIZAN.
Nawir Sadewa, ”Sejarah Perkembangan Dan Kemunduran Dinasti Muwahhidun”, Dikutip dari http://www.tongkronganislami.net/sejarah-perkembangan-dan-kemunduran-dinasti-muwahhidun/, Pada tanggal 27 September 2017 pukul 13:35
Sunanto, Musurifah. 2007.  Sejarah Islam Klasik: Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam Cet. 3. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Tim Penulis.1994. Ensiklopedi Islam  Jilid III. Jakarta: Iktiar Baru Van Hoeve.
Yasin, R. Cecep Lukman dkk. 2006. Sejarah Arab. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.





[1]Tim Penulis, Ensiklopedi Islam  Jilid III,  (Jakarta: Iktiar Baru Van Hoeve, 1994), h. 332
[2]R. Cecep Lukman Yasin dkk, Sejarah Arab, (Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta, 2006 ) h. 693.
[3]Ibid, h. 697
[4]C.E. Bosworth, Dinasti-Dinasti Islam, (Bandung: MIZAN, 1993), h. 51.
[5] Dudung Abdurrahman, Sejarah Peradaban Islam Cet. I, (Yogyakarta: LESFI, 2004), h. 122
[6] Musurifah Sunanto, Sejarah Islam Klasik; Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam Cet. 3 (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007), h.139
[7] Husayin Ahmad Amin, Seratus Tokoh dan Sejarah Islam Cet. I, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1997),  h.192.
[8] Dudung Abdurrahman, Loc. Cit, h. 274. 
[9] Husayin Ahmad Amin, Loc. Cit, h. 139.
[10]Nawir Sadewa, ”Sejarah Perkembangan Dan Kemunduran Dinasti Muwahhidun”, Dikutip dari http://www.tongkronganislami.net/sejarah-perkembangan-dan-kemunduran-dinasti-muwahhidun/, Pada tanggal 27 September 2017 pukul 13:35.
[11]Nawir Sadewa, ”Sejarah Perkembangan Dan Kemunduran Dinasti Muwahhidun”, Dikutip dari http://www.tongkronganislami.net/sejarah-perkembangan-dan-kemunduran-dinasti-muwahhidun/, Pada tanggal 27 September 2017 pukul 13:35.
[12]Nawir Sadewa, ”Sejarah Perkembangan Dan Kemunduran Dinasti Muwahhidun”, Dikutip dari http://www.tongkronganislami.net/sejarah-perkembangan-dan-kemunduran-dinasti-muwahhidun/, Pada tanggal 27 September 2017 pukul 13:35.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Tauhid "MACAM-MACAM TAUHID MELIPUTI ULUHIYYAH, RUBUBIYAH DAN ASMA WA SIFAT"

TUGAS TAUHID MACAM-MACAM TAUHID MELIPUTI ULUHIYYAH, RUBUBIYAH DAN ASMA WA SIFAT Di susun oleh : KELOMPOK                        :...