TUJUAN DAKWAH UMUM DAN KHUSUS
A.
Tujuan Dakwah Umum
Sebenarnya tujuan dakwah adalah tujuan yang
diturunkannya agama islam bagi ummat manusia itu sendiri, yaitu untuk membuat
manusia yang memiliki kualitas aqidah, ibadah, serta akhlak yang tinggi.
Bisri Affandi mengatakan bahwa yang diharapkan oleh
dakwah adalah terjadinya perubahan dalam diri manusia, baik kelakuan adil
maupun aktual, baik pribadi maupun keluarga masyarakat, cara berfikir berubah,
cara hidupnya berubah menjadi lebih baik ditinjau dari segi kualitas maupun
kuantitas. Yang dimaksud adalah nilai-nilai agama sedangkan kualitas adalah
bahwa kebaikan yang bernilai agama itu semakin dimiliki banyak orang dalam
segala situasi dan kondisi.
Amrul Ahmad mengatakan tujuan dakwah adalah untuk memengaruhi
cara merasa, berfikir, bersikap, dan bertindak manusia pada dataran individual
dan sosio kultural dalam rangka terwujudnya ajaran Islam dalam semua segi
kehidupan.
Kedua
pendapat diatas menekankan bahwa dakwah bertujuan untuk mengubah sikap mental
dan tingkah laku manusia yang kurang baik atau meningkatkan kualitas iman dan
islam seseorang secara sadar dan timbul kemaunnya sendiri tanpa merasa terpaksa
oleh apa dan siapapun.
B.
Tujuan Dakwah Khusus
Tujuan khusus dakwah merupakan perumusan tujuan sebagai
perincian dari pada tujuan umum dakwah. Tujuan ini dimaksudkan agar dalam
pelaksanaan seluruh aktivitas dakwah dapat jelas diketahui kemana arahnya,
ataupun jenis kegiatan apa yang kehendak dikerjakan, kepada siapa berdakwah,
dengan cara menjelaskan informasi yang berwibawa dan terperinci. Sehingga tidak
terjadi overlaping antara juru dakwah yang satu dengan yang lainnya yang hanya
disebabkan karena masih umumnya tujuan yang hendak dicapai.
Oleh karena itu di bawah ini disajikan beberapa tujuan
khusus dakwah sebagai :
1. Mengajak ummat
manusia yang sudah memeluk agama Islam untuk selalu meningkatkan taqwanya
kepada Allah swt. Artinya mereka diharapkan agar senantiasa mengerjakan segala
perintah Allah dan selalu mencegah atau meninggalkan perkara yang dilarangya.
2. Membina mental agama (Islam) bagi
kaum yang mualaf. Muallaf artinya bagi mereka yang masih mengkhawatirkan
tentang keislaman dan keimananya (baru beriman (
3. Mengajak ummat
manusia yang belum beriman agar beriman kepada Allah (Memeluk Agama Islam.
4. Mendidik dan mengajar anak-anak
agar tidak menyimpang dari fitrahnya. Dalam Al-Qur’an telah disebutkan bahwa
manusia sejak lahir telah membawa fitrahnya yakni beragama islam (agama
tauhid).
Tujuan dakwah seperti di atas bila dihubungkan dengan
tujuan umum pendidikan agama islam di lembaga-lembaga pendidikan formal di
Indonesia tampaknya sangat identik,
karena tujuan utama dari dakwah adalah agar hasil yang ingin dicapai
oleh keseluruhan tindakan dakwah yaitu terwujudnya kebahagian dan kesejahteraan
hidup di dunia dan akhirat. Sedangkan tujuan perantara dari dakwah adalah
membentuk nilai yang dapat mendatangkan kebahagian, keindahan dan dan
kesejateraan yang diridhoi oleh Allah masing-masing sesuai sesuai dengan segi
atau bidangnya.
Tujuan umum dan tujuan khusus dari dakwah adalah
terwujudnya individu dan masyarakat yang menghayati dan mengamalkan ajaran
islam dalam semua lapangan hidupnya adalah tujuan yang sangat ideal dan
memerlukan waktu serta tahap-tahap panjang. Oleh karena itu maka perlu
ditentukan tujuan-tujuan perantara pada tiap-tiap tahap atau tiap-tiap bidang
yang dapat menunjang tercapainya tujuan dari dakwah
Mengenai konteks tujuan dakwah ini, para pakar memberikan
definisi yang berbeda-beda. Namun perbedaan pendapat tersebut hanyalah dalam
tataran redaksi bahasa. Substansinya sesungguhnya sama yaitu demi kemaslahatan
hidup manusia di dunia dan kehidupan di akhirat.
Muhammad Natsir mengemukakan bahwa tujuan dakwah adalah:
Muhammad Natsir mengemukakan bahwa tujuan dakwah adalah:
- Memanggil manusia kepada syariat untuk memecahkan
persoalan hidup, baik persoalan hidup perorangan ataupun rumah tangga,
berjamaah, bermasyarakat, bersuku-suku, berbangsa-bangsa dan bernegara.
- Memanggil manusia kepada fungsi hidup sebagai hamba
Allah Swt di muka bumi, menjadi pelopor, pengawas, pemakmur, pembesar
kedamaian bagi umat manusia.
- Memanggil manusia kepada tujuan hidup yang hakiki yaitu
menyembah Allah Swt. sebagai satu-satunya zat Pencipta.
RANGKUMAN
a.
Tujuan Umum (mayor objektive)
Tujuan umum dakwah adalah mengajak
ummat manusia meliputi orang mukmin maupun orang kafir atau musyrik kepada
jalan yang benar dan diredhai Allah Swt. agar mau menerima ajaran Islam dan mengamalkannya
dalam dataran kenyataan kehidupan sehari-hari, baik yang bersangkutan dengan
masalah pribadi, maupun sosial kemasyarakatan agar mendapat kehidupan di dunia
dan di akherat.
b. Tujuan Khusus (minor objektive)
Tujuan
khusus dakwah merupakan perumusan tujuan sebagai perincian dari tujuan umum
dakwah. Tujuan ini di maksudkan agar dalam pelaksanaan aktifitas dakwah dapat
di ketahui arahnya secara jelas, maupun jenis kegiatan apa yang hendak
dikerjakan, kepada siapa berdakwah dan media apa yang dipergunakan agar tidak
terjadi miss komunikasi antara pelaksana dakwah dengan audience (penerima
dakwah) yang hanya di sebabkan karena masih umumnya tujuan yang hendak dicapai.
Olehnya itu tujuan umum masih perlu diterjemahkan atau di klasifikasi lagi menjadi tujuan khusus, sehingga lebih memperjelas maksud kandungan tujuan khusus tersebut adalah :
Olehnya itu tujuan umum masih perlu diterjemahkan atau di klasifikasi lagi menjadi tujuan khusus, sehingga lebih memperjelas maksud kandungan tujuan khusus tersebut adalah :
a.
Mengajak umat manusia yang sudah memeluk agama Islam
untuk selalu meningkatkan taqwanya kepada Allah Swt.
b. Membina
mental agama Islam bagi mereka yang masih mengkwatirkan tentang keislaman dan
keimanannya (orang mukallaf)
c. Mengajar
dan mendidik anak agar tidak menyimpan dari fitrahnya
Meskipun
definisi tentang tujuan dakwah bervariasi, namun pada hakekatnya dakwah Islam
merupakan aktualisasi imani yang dimanifistasikan dalam suatu sistem kegiatan
manusia beriman, dalam bidang kemasyarakatan yang dilaksanakan secara teratur,
untuk mempengaruhi cara merasa, berpikir, bersikap dan bertindak manusia pada
dataran kenyataan individual serta kultural dalam rangka kehidupan manusia, dengan
menggunakan cara tertentu.
Dengan
demikian, dari semua tujuan - tujuan tersebut di atas, merupakan penunjang
daripada tujuan akhir aktifitas dakwah. Tujuan akhir ini aktifitas dakwah
adalah terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan manusia lahir dan bathin di
dunia dan di akherat nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar